Manajemen Proyek Sistem Informasi – Formatif UTS via Google Form

Materi hari ini review materi dari pertemuan 1 sampai dengan pertemuan 6. Supaya lebih menarik proses pembelajaran saya selingi dengan membuat google form. semoga ada manfaatnya juga buat mahasiswa suatu saat nanti.

Untuk memulai google form, kita mulai dengan membuka drive google kita.


 

Klik New à More à Google Form à terus pilih mau Blank Form atau From a Template

Saya pilih Blank Form, selanjutnya silahkan ketikan sesuai kebutuhan kita apakah akan membuat soal-soal, atau membuat kuesioner. Tampilannya sebagai berikut:


Di sebelah kanan ada tombol-tombol sebagai berikut:


Di sebelah kanan atas terdapat tombol berikut ini: Customize Theme, Preview, Settings

Silahkan klik dan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Akhirnya hasil yang saya buat seperti ini:

Terimakasih atas perhatiannya.

Iklan

Matematika Diskrit-Pertemuan 6-Kombinatorial-Kombinasi

Pada pertemuan ini akan dibahas tentang materi Kombinatorial kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yaitu:

Kombinasi

  • Bentuk khusus dari permutasi adalah kombinasi. Jika pada permutasi urutan kemunculan diperhitungkan, maka pada kombinasi, urutan kemunculan diabaikan.
  • Misalkan ada 2 buah bola yang warnanya sama 3 buah kotak. Setiap kotak hanya boleh berisi paling banyak 1 bola.
  • Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan lihat slide berikut ini:

Terimakasih atas perhatiannya.

Matematika Diskrit-Pertemuan 1- Himpunan, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 2- Himpunan Lanjutan, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 3- Relasi, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 4- Kombinatorial – Permutasi, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 5- Kombinatorial – Kombinasi, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 5-Kombinatorial-Permutasi

Pada Pertemuan ini akan dibahas mengenai Kombinatorial yang terdiri dari Permutasi dan Kombinasi.

Akan dibahas terlebih dahulu tentang Permutasi.

  • Kombinatorial adalah cabang matematika untuk menghitung jumlah penyusunan objek-objek tanpa harus mengenumerasi semua kemungkinan susunannya.

Kaidah Dasar Menghitung

  • Kaidah perkalian (rule of product)

Percobaan 1: p hasil

Percobaan 2: q hasil

Percobaan 1 dan percobaan 2: p  x q hasil

  • Kaidah penjumlahan (rule of sum)

Percobaan 1: p hasil

Percobaan 2: q hasil

Percobaan 1 atau percobaan 2: p + q hasil

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan lihat slide berikut ini:

Terimakasih atas perhatiannya.

Matematika Diskrit-Pertemuan 1- Himpunan, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 2- Himpunan Lanjutan, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 3- Relasi, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 4- Kombinatorial – Permutasi, silahkan Klik Disini

 

 

Matematika Diskrit-Pertemuan 4-Fungsi

Pada pertemuan ini akan dibahas mengenai Fungsi.

  • Misalkan A dan B

Relasi biner f dari A ke B merupakan suatu fungsi jika setiap elemen di dalam A dihubungkan dengan tepat satu elemen di dalam B.

Jika f adalah fungsi dari A ke B  kita menuliskan

 f : A –> B

yang artinya f memetakan A ke B.

  • A disebut daerah asal (domain) dari f dan B disebut daerah hasil (codomain) dari f.
  • Nama lain untuk fungsi adalah pemetaan atau transformasi.
  • Kita menuliskan f(a) = b jika elemen a di dalam A dihubungkan dengan elemen b di dalam B.

Untuk penjelasan lebih lanjut terdapat pada slide berikut ini:

Terimakasih atas perhatiannya.

Matematika Diskrit-Pertemuan 1- Himpunan, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 2- Himpunan Lanjutan, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 3- Relasi, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 3- Relasi

Pada pertemuan ini akan dibahas mengenai Relasi.

  • Relasi biner R antara himpunan A dan B adalah himpunan bagian dari A x B.
  • Notasi: R C (AxB).
  • a R b adalah notasi untuk (a, b) C R, yang artinya a dihubungkan dengan b oleh R
  • a R b adalah notasi untuk (a, b) C R, yang artinya a tidak dihubungkan oleh b oleh relasi R.
  • Himpunan A disebut daerah asal (domain) dari R, dan himpunan B disebut daerah hasil (range) dari R.

Contoh 1:

A = {Amir, Budi, Cecep}, B = {TI1LOG, TI4STAT, TI2WEB1, TI3WEB2}

A x B = {(Amir, TI1LOG), (Amir, TI4STAT), (Amir, TI2WEB1), (Amir, TI3WEB2), (Budi, TI1LOG), (Budi, TI4STAT), (Budi, TI2WEB1), (Budi, TI3WEB2), (Cecep, TI1LOG),(Cecep, TI4STAT), (Cecep, TI2WEB1), (Cecep, TI3WEB2) }

Misalkan R adalah relasi yang menyatakan mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa pada Semester Ganjil, yaitu

R = {(Amir, TI1LOG), (Amir, TI3WEB2), (Budi, TI1LOG), (Budi, TI3WEB2), (Cecep, TI1LOG), (Cecep, TI3WEB2) }

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan klik slide berikut ini:

Terimakasih atas perhatiannya.

Matematika Diskrit-Pertemuan 1- Himpunan, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 2- Himpunan Lanjutan, silahkan Klik Disini

 

Manajemen Sumber Daya Proyek Sistem Informasi

Pada bahasan ini akan dijelaskan hal-hal sebagai berikut:

  • Sumber daya proyek
  • Kategori sumber daya
  • Tim proyek dan organisasi
  • Management Human Resource

Sumber Daya Proyek

  1. Sumber daya manusia (Human Resource)

ØMengevaluasi ruang lingkup serta memilih kecakapan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pengembangan sistem.

ØMemilih jumlah person per proyek. Jumlah orang yang diperlukan proyek software ditentukan setelah menentukan estimasi effort pembangunan.

ØUntuk proyek kecil sekitar 6 orang per month, adalah standar.

2.Sumber daya software (software Resources)

ØReusable Components

ØReusable adalah kreasi dan penggunaan kembali blok bangunan perangkat lunak.

ØBlok-blok tersebut harus dikatalogkan dan distandarisasi untuk aplikasi yang mudah dan divalidasi untuk integrasi.

Penjelasan lebih lanjut silahkan klik slide berikut ini:

Terimakasih atas perhatiannya.

Materi Pertemuan 1 MPSI tentang Konsep dasar Proyek dan Proyek Sistem Informasi, silahkan Klik Disini

Materi Pertemuan 2 MPSI tentang Manajemen Proyek Sistem Informasi, silahkan Klik Disini

Materi Pertemuan 3 MPSI tentang Perencanaan Proyek Sistem Informasi, silahkan Klik Disini

Materi Pertemuan 4 MPSI tentang Tahap-tahap pengembangan Sistem Informasi, silahkan Klik Disini

Materi Pertemuan 6 dan 7 tentang review materi pertemuan 1 sampai dengan 5 dan Quiz.

Tahap-tahap Pengembangan Sistem Informasi

Pada bagian akan dibahas mengenai:

–Daur hidup pengembangan sistem

–Tahap investigasi sistem informasi

–Tahap analisis sistem informasi

–Tahap perancangan sistem informasi

–Tahap pembuatan sistem informasi

Daur Hidup Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle/SDLC)

Metode daur hidup ini terdiri dari beberapa tahapan proses, yaitu: yaitu tahap perencanaan, analisis, perancangan, penerapan, evaluasi, penggunaan dan pemeliharaan.

Penjelasan lebih lanjut silahkan klik slide berikut ini:

Terimakasih atas perhatiannya.

Materi Pertemuan 1 MPSI tentang Konsep dasar Proyek dan Proyek Sistem Informasi, silahkan Klik Disini

Materi Pertemuan 2 MPSI tentang Manajemen Proyek Sistem Informasi, silahkan Klik Disini

Materi Pertemuan 3 MPSI tentang Perencanaan Proyek Sistem Informasi, silahkan Klik Disini