Internet Connection Sharring (ICS)

Sumber: http://support.microsoft.com/kb/306126/id-id

Artikel ini menjelaskan cara mempersiapkan dan menggunakan fitur Internet Connection Sharing dalam Microsoft Windows XP. Dengan Internet Connection Sharing, Anda dapat menggunakan komputer yang memiliki jaringan untuk berbagi sambungan tunggal ke Internet.

Cara menggunakan Internet Connection Sharing

Menggunakan Internet Connection Sharing untuk berbagi sambungan Internet, komputer host harus memiliki adapter jaringan yang telah dikonfigurasi untuk menyambungkan ke jaringan internal, dan satu adapter jaringan atau modem telah dikonfigurasi untuk menyambungkan ke Internet.
Pada komputer host

Pada komputer host, ikuti langkah-langkah untuk berbagi sambungan Internet:

  1. Log on ke komputer host sebagai Administrator atau sebagai Pemilik.
  2. Klik Mulai menjalankan, dan kemudian klik Panel Kontrol.
  3. Klik Sambungan Jaringan dan Internet.
  4. Klik Sambungan Jaringan.
  5. Klik kanan sambungan yang Anda gunakan untuk menyambungkan ke Internet. Contohnya, apabila Anda tersambung ke Internet dengan menggunakan modem, klik kanan sambungan yang Anda kehendaki di bawahDial-up.
  6. Klik Properti.
  7. Klik tab Lanjut.
  8. Di bawah Internet Connection Sharing, pilih kotak centang Izinkan pengguna jaringan lain untuk tersambung melalui sambungan Internet komputer ini.
  9. Apabila Anda berbagi sambungan Internet dial-up, pilih kotak centang Melakukan sambungan dial-up kapan saja komputer di jaringan berusaha mengakses Internet jika Anda ingin komputer tersambung ke Internet secara otomatis.
  10. Klik OK. Anda menerima pesan berikut ini:

    Saat Internet Connection Sharing aktif, adapter LAN akan disetel untuk menggunakan IP
    alamat 192.168.0.1. Komputer Anda bisa saja kehilangan konektivitas dengan komputer lainnya di
    dalam jaringan. Apabila komputer lainnya memiliki alamat IP yang tetap, sebaiknya disetel
    untuk memunculkan alamat IP secara otomatis. Anda yakin ingin mengaktifkan Internet
    Connection Sharing?

  11. Klik Ya.

Sambungan ke Internet dibagi ke komputer lainnya pada jaringan area lokal (LAN). Adapter jaringan yang disambungkan ke LAN telah dikonfigurasi dengan alamat IP tetap 192.168.0.1 dan penutup subnet 255.255.255.0
Untuk menyambungkan ke Internet dengan menggunakan sambungan terbagi, Anda harus mengkonfirmasi konfigurasi IP adapter LAN, kemudian mengkonfigurasi komputer klien. Untuk mengkonfirmasi konfigurasi IP adapter LAN, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Log on ke komputer klien sebagai Administrator atau sebagai Pemilik.
  2. Klik Mulai menjalankan, dan kemudian klik Panel Kontrol.
  3. Klik Sambungan Jaringan dan Internet.
  4. Klik Sambungan Jaringan.
  5. Klik kanan Sambungan Area Lokal, kemudian klik Properti.
  6. Klik tab Umum, klik Protokol Internet (TCP/IP) di dalam daftar Sambungan ini menggunakan item berikut ini, kemudian klik Properti.
  7. Di dalam kotak dialog Properti Protokol Internet (TCP/IP), klik Munculkan alamat IP secara otomatis (jika belum dipilih), kemudian klik OK.

    Catatan Anda juga dapat menetapkan alamat IP tetap tertentu di dalam kisaran 192.168.0.2 sampai 192.168.0.254. Contohnya, Anda dapat menetapkan alamat IP tetap, penutup subnet, dan gateway default berikut ini:

  8. Alamat IP 192.168.0.2
  9. Penutup Subnet 255.255.255.0
  10. Gateway default 192.168.0.1            
  11. Di dalam kotak dialog Properti Sambungan Area Lokal, klik OK.
  12. Tutup Panel Kontrol.

Untuk mengkonfigurasi komputer klien agar dapat menggunakan sambungan Internet terbagi, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Klik Mulai menjalankan, dan kemudian klik Panel Kontrol.
  2. Klik Sambungan Jaringan dan Internet.
  3. Klik Opsi Internet.
  4. Pada kotak dialog Properti Internet, klik tab Sambungan.
  5. Klik tombol Persiapan.
    Wisaya Sambungan Baru mulai berjalan.
  6. Pada halaman Selamat Datang di Wisaya Sambungan Baru, klik Berikutnya.
  7. Klik Sambungkan ke Internet, dan kemudian klik Berikutnya.
  8. Klik Persiapkan sambungan secara manual, dan kemudian klik Berikutnya.
  9. Klik Sambungkan dengan menggunakan sambungan broadband yang selalu aktif, kemudian klik Berikutnya.
  10. Pada halaman Melengkapi Wisaya Sambungan Baru, klik Selesai.
  11. Tutup Panel Kontrol.

Sekarang saat Anda menjalankan Microsoft Internet Explorer, komputer klien akan mencoba menyambungkan ke Internet dengan menggunakan komputer host dengan sambungan Internet yang terbagi.


 

RDBMS dan MySQL

Oleh: Rahmadya Trias H., ST, MKom & Herlawati, S.Si, MM.

Selama bertahun-tahun, dikenal MySQL server sebagai sistem basis data dengan Connecter /J JDBC Driver-nya yang bersifat open source bersama dengan software database lainnya seperti mSQL dan PostgreSQL. Sedangkan perusahaan besar yang memiliki dana yang cukup untuk membeli lisensi menggunakan Microsoft SQL Server atau ORACLE, dan Microsoft Access atau database Foxpro untuk kelas menengah.

Sekarang, dengan meningkatnya penggunaan internet, aplikasi berbasis open source makin diminati. Kemampuannya pun cukup memadai dalam menangani pengelolaan database dengan fungsi-fungsi yang lumayan lengkap. Dan yang terpenting adalah database open source cenderung mudah dirawat karena sistemnya yang transparan.

RDBMS

Diantara ODBMS (Object Database Management Systems), ORDBMS (Object Relational Database Management Systems) dan RDBMS (Relational Database Management Systems), RDBMS paling banyak digunakan karena alur logikanya yang sederhana dan cocok untuk sistem yang membutuhkan integrasi, multi user dan konsisten. Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang diperoleh jika menggunakan RDBMS sebagai sistem basis data.

1. Multi User Access

Multi User berarti mengijinkan lebih dari satu user mengakses tabel yang sama. Untuk menghindari kesalahan akibat ketidakkonsistenan dibutuhkan strategi penguncian saat seorang user merubah database. Dengan RDBMS strategi penguncian sangat lengkap dibandingkan sistem flat file (comma atau tab-separated) yang hanya menggunakan single lock. Single lock mengakibatkan antrian yang lama saat seorang user akan merubah (insert/edit) data.

2. Storage Transparancy

Transparansi storage sangat menguntungkan karena software aplikasi tidak perlu tahu bagaimana sistem basis data menyimpan data secara fisik. Sehingga jika lokasi tempat penyimpanan data barubah tidak perlu merubah software aplikasinya. Transparansi storage sangat dibutuhkan untuk sistem yang membutuhkan protokol jaringan dalam bekerjanya.

3. Transaction

Ketika lebih dari satu user yang akan mengakses database kita, maka dikatakan seorang user untuk melakukan transaksi. Untuk menjelaskan contoh transaksi, ada baiknya mengambil sampel sistem perbankan. Misalnya dua orang yang melakukan join account dan tiap orang bisa melakukan transaksi, katakanlah penarikan tunai Rp. 20 juta. Diperlukan testing yang dinamakan ACID test, singkatan dari Atomicity, Concistency, Isolation and Durability. MySQL belum memenuhi syarat test ACID, akan tetapi setelah dimunculkannya fungsi new BDB dan InnoDB tables type, MySQL memenuhi syarat test ACID.

4. Sortir, Modifikasi dan Analisa Data

Tanpa ada fungsi tambahan, misalnya dalam flat file, diperlukan waktu yang lama untuk mensortir, misal dengan algoritma B-trees, hashes dan sebagainya. Sedangkan dengan RDBMS kita dengan mudah memanfaatkan fungsi indexing (sebagai informasi, Windows 7 saat ini telah menggunakan fungsi idexing dalam mencari suatu file). Intinya, dengan RDBMS kita telah diberikan fasilitas untuk menangan seluruh fungsi sortir, modifikasi dan analisa data.

5. Ad Hoc Queries

Ad Hoc Queries dibutuhkan saat kita akan menerima data dengan parameter tertentu. Flat file tida bisa digunakan karena tiap data memiliki karakteristik yang berbeda. Kebanyak RDBMS menggunakan standar Structure Query Language (SQL) dalam mengakses databasenya. SQL mengintruksikan “apa” data yang akan diolah bukan “bagaimana” mengolah datanya.