DISKUSI ANTAR PENGELOLA JURNAL ILMIAH DI PDII LIPI (Index Scopus, DOAJ)

Hari ini, Sabtu, 24 Februari 2018 di PDII LIPI Jakarta, kami para pengelola jurnal se Jabodetabek diundang untuk berdiskusi tentang bagaimana sebuah jurnal bisa terindex SCOPUS, DOAJ dan lain-lain. Acara berlangsung dari Pukul 08.30 wib sampai Pukul 12.00 wib tetapi karena antusias peserta yang hadir untuk bertanya kepada narasumber, acara baru berakhir Pukul 13.00 wib.

Narasumber yang dihadirkan yaitu:

  1. Dr. Berry Juliandi à Chief Editor Jurnal Hayati dari IPB.
  2. Happy Chandraleka, S.T. à IT dari Badan Litbangkes.

Resume dari Narasumber pertama:

Mengapa Perlu Indeksasi/Internasionalisasi Jurnal?

Berikut beberapa hal mengapa perlu dilakukan indeksasi jurnal:

• Indeksasi akan meningkatkan akses pembaca yang lebih luas (internasional) • Akses ini kemudian akan meningkatkan reputasi jurnal sebagai salah satu sumber informasi berkualitas tinggi pada bidangnya • Penelusuran database adalah aktivitas pertama yang dilakukan para peneliti, dan oleh sebab itu biasanya mereka akan menelusuri database yang ternama dan/atau mudah diakses • Tercantumnya jurnal di suatu lembaga pengindeks bereputasi internasional seperti SCOPUS, pada akhirnya akan meningkatkan reputasi jurnal di dunia internasional.

Journal Scope harus UNIK:

Beliau mengatakan ibarat koleksi perangko pasti yang akan dipilih yang desain dan bentuknya unik. Begitu juga jurnal, index scopus akan memilih sebuah jurnal yang menurut perkiraan dan penilaian mereka bahwa jurnal itu akan banyak disitasi. Jadi Journal Scope harus unik dan beda dengan yang lain.

• TIM jurnal yang kuat, pencapaiannya ditentukan oleh:

¨ Dukungan lembaga institusi dan dana/fasilitas . • Jurnal elektronik: piranti lunak OJS • Open index: Google, DOAJ, EBSCO, CABI • Commercial index: Scopus, ProQuest • Identitas Jurnal: Crossref.

Menurut beliau cari sebanyak-banyaknya pengindex free walau tidak terkenal. Karena ketika kita ajukan ke DOAJ atau SCOPUS akan menjadi perhatian mereka hal tersebut.

OK, saya sambung lagi tulisan ini besok ya. Terimakasih.

oh iya sebelumnya dibahas tentang terindex DOAJ dulu ya. Berikut linknya.

INFO LANJUTAN TENTANG PELATIHAN OJS 3.0 DI BINA INSANI CAMPUS

 

Info lanjutan tentang pelaksanaan pelatihan OJS 3.0 bagi pengelola jurnal di lingkungan Campus Bina Insani dan pelaksanaan MoU antara keduanya pada tanggal 27 Januari 2018. Alhamdulillah sudah sampai ke tahap customisasi oleh Pihak Relawan Jurnal Indonesia (RJI) sesuai dengan syarat pihak DOAJ. Jadi pihak RJI melanjutkan customisasi yang tadinya saya lakukan sendirian untuk 7 jurnal yang ada di Bina Insani Campus. Semoga semuanya bisa berjalan lancar. Untuk arsip di bawah ini salah satu berita tentang penandatangan MoU kampus kami dengan pihak RJI.

Sumber:

http://jakarta.jurnalindonesia.org/perguruan-tinggi-bina-insani-gandeng-relawan-jurnal-indonesia-rji-jakarta/

Kebutuhan Jurnal yang terkelola baik merupakan tantangan bagi pengelola jurnal di indonesia. Relawan Jurnal Indonesia korda Jakarta berusaha memberikan pendampingan kepada pengelola jurnal di daerah jakarta dan sekitarnya supaya manajemen pengelolaan jurnal menjadi lebih baik.

Salah satu wujud pendampingan tersebut, RJI korda Jakarta melakukan M0U dengan Perguruan Bina Insani yang berlokasi di Bekasi dalam manajemen pengelolaan jurnal. M0U bertujuan untuk memberikan pemahaman tatakelola jurnal untuk mempersiapkan ke akreditasi nasional. Jurnal-jurnal yang dikelola perguruan Bina Insani adalah Bina Insani ICT Journal (BIICT), Information System for Educator and Professional (ISBI), Information Management for Educator and Professional (IMBI), Informatics for Educator and Professional (ITBI), Jurnal Administrasi Kantor (JAKBI), Jurnal Online Insan Akuntan (JOIA) dan Jurnal Mahasiswa Bina Insani (JMBI)

Tahap awal dilakukan pelatihan tata kelola jurnal berbasis OJS. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tata kelola jurnal secara elektronik sehingga jurnal yang dikelola Perguruan Bina Insani bisa melakukan manajemen pengelolaan jurnal secara online.Kegiatan berikutnya adalah mengupayakan jurnal elektronik tersebut terindeks oleh lembaga indeks internasional melalui upaya sinergisitas antara Perguruan Tinggi dengan RJI.

Sesudah pelatihan dilaksanakan juga penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Relawan Jurnal Indonesia (RJI) dengan institusi afiliasi jurnal-jurnal elektronik di lingkungan Perguruan Tinggi Bina Insani yaitu: Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Insani, Akademi Sekretari dan Manajemen Bina Insani (ASM) dan Akademi  Akuntansi Bina Insani (AAK).Herlawati mengaku bahwa dengan adanya MoU ini diharapkan proses pendampingan menuju jurnal terakreditasi terbaik segera tercapai.

Sebelumnya dimuat juga di website:

http://www.jurnalindonesia.org/menuju-akreditasi-e-journal-terbaik-2018-perguruan-tinggi-bina-insani-gandeng-relawan-jurnal-indonesia-rji/