CONTOH KASUS PEMBUATAN TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI

Diketahui data mentah (belum dikelompokkan) nilai ujian statistik 50 mahasiswa sebagai berikut :

Ditanyakan : Buatlah distribusi frekuensi untuk data tersebut!


Tahap-tahap penyusunan distribusi frekuensi :

  1. Membuat array data atau data terurut (bila diperlukan)
  2. Menentukan range (jangkauan): selisih antara nilai yang terbesar dengan nilai yang terkecil.

    

  1. Menentukan banyaknya kelas dengan mempergunakan rumus Sturges. K = 1 + 3,3 log N dimana K = banyaknya kelas dan N = jumlah data yang diobservasi.


  2. Menentukan interval kelas : I = R/K


    Wajib dilakukan pembulatan ke atas walau bilangannya bulat, dikarenakan jika tidak dilakukan pembulatan ke atas maka panjang interbal kelas tidak memenuhi untuk semua data yang ada. Jadi ada beberapa data yang tidak dapat masuk ke dalam tabel distribusi frekuensi yang kita buat.

  3. Menentukan batas-batas kelas:

    Tbk = bbk – 0,5(skala terkecil)

    Tak = bak + 0,5(skala terkecil)

    Panjang interval kelas = Tak – tbk

    Keterangan:

    Tbk = tepi bawah kelas

    bbk = batas bawah kelas

    Tak = tepi atas kelas

    bak = batas atas kelas

  1. Menentukan titik tengahnya =

         ½ ( Batas atas kelas + batas bawah kelas)

  1. Memasukkan data ke dalam kelas-kelas yang sesuai dengan memakai sistem Tally atau Turus.
  2. Menyajikan distribusi frekuensi: isi kolom frekuensi sesuai dengan kolom Tally / Turus.
  3. Tabel Distribusi Frekuensi siap dibuat sehingga hasilnya seperti berikut ini:


Catatan:

Pada kelas ke-1 saya memulai dengan nilai 20, karena nilai terkecil data saya 23, jadi nilai batas bawah kelas ke-1 tidak boleh lebih dari 23. Jika mau mulai dari 23, boleh juga, jika mau mulai dari 15 juga boleh karena nilai data terkecil masih bisa masuk di kelas tersebut, sedangkan jika dipilih nilai 25 TIDAK BOLEH, karena nanti nilai 23 tidak akan masuk di kelas ke-1 tersebut.

Menghitung panjang interval kelas ada 2 cara yaitu:

Langkah berikutnya membuat Histogram jika diperlukan:

Klik Data, Pilih menu Data Analysis


Maka muncul menu data analysis, pilih histogram, klik OK.

Muncul menu berikut ini: langkah berikutnya isikan di menu input range (semua data yang ada), Bin Range (Batas Atas Kelas), Output Range (untuk lokasi tempat hasil outputnya), dan klik ceklist perintah yang diperlukan. Kemudian Klik OK.


Diperoleh output seperti ini:


Dan histogramnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s