Latihan Soal Statistika tentang Distribusi Frekuensi dan Simbol Sigma

Berikut ini materi latihan soalnya:

Tugas:

Kerjakan soal latihan tersebut dengan angka yang berbeda setiap mahasiswanya, kemudian masukkan di makalah statistika dan diupload di link yang saya berikan. Terimakasih atas perhatiannya.

Iklan

Ternyata perlu belajar HTML juga untuk target Terindex DOAJ

Postingan kali ini kelanjutan dari post sebelumnya (diskusi pengelola jurnal). Berawal dari keinginan jurnal-jurnal kami di Bina Insani Campus terindex DOAJ salah satunya, kami akhirnya mencari syarat apa saja yang harus dipenuhi. Bisa dilihat di link berikut ini:

Ternyata syaratnya banyak sekali, dan membutuhkan semangat dan waktu lebih untuk menyiapkan syarat-syaratnya. Kenapa? Karena kita harus mengisi sekitar 58 form dan harus ada url-urlnya. Beberapa formulir pengisian pengajuan indeksasi ke DOAJ yaitu: a). Basic Journal Information, b). Quality and Transparency of the Editorial Process, c). How Open is the Journal?, d). Content Licensing, e). Copyright and Permissions, f). The qualifiers for the DOAJ Seal, g). Contact Name. Setelah dipelajari hal-apa saja yang harus disiapkan oleh pengelola jurnal sebelum mendaftarkan jurnalnya ke indeksasi DOAJ sebagai berikut:

  • Kontak Person
  • P-ISSN dan E-ISSN
  • Author Fees/ Payments (Langkahnya Journal Manager-Payments-Centang General Option-Centang Author Fees)
  • Editorial Board/ Team
  • Statement Policy Review/ Kebijakan Review (Doble Blind peer Review, Single peer Blind Review dll)
  • Aims dan Scope Jurnal
  • Author Guidelines
  • Screening Plagiarism
  • Statement Open access Jurnal
  • Content Lisensi (https://creativecommons.org/)
  • Statement Copyright and Permissions

Nah, hal-hal tersebutlah yang diantaranya harus ditampilkan di TOP MENU dan SIDEBAR MENU dalam Open Journal System (OJS) nya yang kita gunakan. Dengan tujuan url atau linknya dapat diperlihatkan ketika mendaftar indeksasi DOAJ.

Supaya tampilan website lebih menarik apalagi kita sudah menggunakan OJS versi 3.0 yang tampilannya memang sudah bagus maka Menu-menu tersebut akhirnya harus menggunakan HTML juga dan supaya linknya pas dengan yang dimaksud.

Akhirnya walau bukan sarjana komputer, tetapi alhamdulilah tersertifikasi dosen sejak Tahun 2009 di bidang ilmu Komputer dan sebagai Asesor BKD pula dengan diberika NIRA oleh DIKTI. Mulailah saya membaca lagi code-code html-nya yang digunakan.

Berikut salah satu contohnya jika ingin membuat satu kalimat dengan warna background tertentu:

Source codenya sebagai berikut:

DISKUSI ANTAR PENGELOLA JURNAL ILMIAH DI PDII LIPI (Index Scopus, DOAJ)

Hari ini, Sabtu, 24 Februari 2018 di PDII LIPI Jakarta, kami para pengelola jurnal se Jabodetabek diundang untuk berdiskusi tentang bagaimana sebuah jurnal bisa terindex SCOPUS, DOAJ dan lain-lain. Acara berlangsung dari Pukul 08.30 wib sampai Pukul 12.00 wib tetapi karena antusias peserta yang hadir untuk bertanya kepada narasumber, acara baru berakhir Pukul 13.00 wib.

Narasumber yang dihadirkan yaitu:

  1. Dr. Berry Juliandi à Chief Editor Jurnal Hayati dari IPB.
  2. Happy Chandraleka, S.T. à IT dari Badan Litbangkes.

Resume dari Narasumber pertama:

Mengapa Perlu Indeksasi/Internasionalisasi Jurnal?

Berikut beberapa hal mengapa perlu dilakukan indeksasi jurnal:

• Indeksasi akan meningkatkan akses pembaca yang lebih luas (internasional) • Akses ini kemudian akan meningkatkan reputasi jurnal sebagai salah satu sumber informasi berkualitas tinggi pada bidangnya • Penelusuran database adalah aktivitas pertama yang dilakukan para peneliti, dan oleh sebab itu biasanya mereka akan menelusuri database yang ternama dan/atau mudah diakses • Tercantumnya jurnal di suatu lembaga pengindeks bereputasi internasional seperti SCOPUS, pada akhirnya akan meningkatkan reputasi jurnal di dunia internasional.

Journal Scope harus UNIK:

Beliau mengatakan ibarat koleksi perangko pasti yang akan dipilih yang desain dan bentuknya unik. Begitu juga jurnal, index scopus akan memilih sebuah jurnal yang menurut perkiraan dan penilaian mereka bahwa jurnal itu akan banyak disitasi. Jadi Journal Scope harus unik dan beda dengan yang lain.

• TIM jurnal yang kuat, pencapaiannya ditentukan oleh:

¨ Dukungan lembaga institusi dan dana/fasilitas . • Jurnal elektronik: piranti lunak OJS • Open index: Google, DOAJ, EBSCO, CABI • Commercial index: Scopus, ProQuest • Identitas Jurnal: Crossref.

Menurut beliau cari sebanyak-banyaknya pengindex free walau tidak terkenal. Karena ketika kita ajukan ke DOAJ atau SCOPUS akan menjadi perhatian mereka hal tersebut.

OK, saya sambung lagi tulisan ini besok ya. Terimakasih.

oh iya sebelumnya dibahas tentang terindex DOAJ dulu ya. Berikut linknya.

INFO LANJUTAN TENTANG PELATIHAN OJS 3.0 DI BINA INSANI CAMPUS

 

Info lanjutan tentang pelaksanaan pelatihan OJS 3.0 bagi pengelola jurnal di lingkungan Campus Bina Insani dan pelaksanaan MoU antara keduanya pada tanggal 27 Januari 2018. Alhamdulillah sudah sampai ke tahap customisasi oleh Pihak Relawan Jurnal Indonesia (RJI) sesuai dengan syarat pihak DOAJ. Jadi pihak RJI melanjutkan customisasi yang tadinya saya lakukan sendirian untuk 7 jurnal yang ada di Bina Insani Campus. Semoga semuanya bisa berjalan lancar. Untuk arsip di bawah ini salah satu berita tentang penandatangan MoU kampus kami dengan pihak RJI.

Sumber:

http://jakarta.jurnalindonesia.org/perguruan-tinggi-bina-insani-gandeng-relawan-jurnal-indonesia-rji-jakarta/

Kebutuhan Jurnal yang terkelola baik merupakan tantangan bagi pengelola jurnal di indonesia. Relawan Jurnal Indonesia korda Jakarta berusaha memberikan pendampingan kepada pengelola jurnal di daerah jakarta dan sekitarnya supaya manajemen pengelolaan jurnal menjadi lebih baik.

Salah satu wujud pendampingan tersebut, RJI korda Jakarta melakukan M0U dengan Perguruan Bina Insani yang berlokasi di Bekasi dalam manajemen pengelolaan jurnal. M0U bertujuan untuk memberikan pemahaman tatakelola jurnal untuk mempersiapkan ke akreditasi nasional. Jurnal-jurnal yang dikelola perguruan Bina Insani adalah Bina Insani ICT Journal (BIICT), Information System for Educator and Professional (ISBI), Information Management for Educator and Professional (IMBI), Informatics for Educator and Professional (ITBI), Jurnal Administrasi Kantor (JAKBI), Jurnal Online Insan Akuntan (JOIA) dan Jurnal Mahasiswa Bina Insani (JMBI)

Tahap awal dilakukan pelatihan tata kelola jurnal berbasis OJS. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tata kelola jurnal secara elektronik sehingga jurnal yang dikelola Perguruan Bina Insani bisa melakukan manajemen pengelolaan jurnal secara online.Kegiatan berikutnya adalah mengupayakan jurnal elektronik tersebut terindeks oleh lembaga indeks internasional melalui upaya sinergisitas antara Perguruan Tinggi dengan RJI.

Sesudah pelatihan dilaksanakan juga penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Relawan Jurnal Indonesia (RJI) dengan institusi afiliasi jurnal-jurnal elektronik di lingkungan Perguruan Tinggi Bina Insani yaitu: Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Insani, Akademi Sekretari dan Manajemen Bina Insani (ASM) dan Akademi  Akuntansi Bina Insani (AAK).Herlawati mengaku bahwa dengan adanya MoU ini diharapkan proses pendampingan menuju jurnal terakreditasi terbaik segera tercapai.

Sebelumnya dimuat juga di website:

http://www.jurnalindonesia.org/menuju-akreditasi-e-journal-terbaik-2018-perguruan-tinggi-bina-insani-gandeng-relawan-jurnal-indonesia-rji/

 

 

Menuju Akreditasi E-Journal Terbaik 2018: Perguruan Tinggi Bina Insani Gandeng Relawan Jurnal Indonesia (RJI)

 

KOTA BEKASI –  Untuk mendukung pengelolaan jurnal-jurnal elektronik menuju akreditasi terbaik 2018 Perguruan Tinggi Bina Insani bersama dengan Relawan Jurnal Indonesia pada hari, sabtu ( 27/1/2018) menghelat pelatihan Open Journal System (OJS) versi 3.0 bagi para pengelola jurnal-jurnal elektronik khususnya para editor dan manajer jurnal.  Herlawati, selaku Koordinator Jurnal-jurnal elektronik di Perguruan Tinggi Bina Insani mengaku bahwa pihaknya saat ini mempunyai 7 jurnal elektronik yang dipersiapkan meningkatkan status menjadi jurnal terakreditasi nasional. Jurnal-jurnal elektronik tersebut adalah Bina Insani ICT Journal (BIICT), Information System for Educator and Professional (ISBI), Information Management for Educator and Professional (IMBI), Informatics for Educator and Professional (ITBI), Jurnal Administrasi Kantor (JAKBI), Jurnal Online Insan Akuntan (JOIA) dan Jurnal Mahasiswa Bina Insani (JMBI).

Kegiatan pelatihan  ini yang diselenggarakan di aula serba guna Kampus Bina Insani diikuti oleh para editor jurnal masing-masing  jurnal  elektronik. Herlawati menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan sebelum pihaknya mengajukan permohonan akreditasi kepada DIKTI (Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia). Kegiatan berikutnya adalah mengupayakan jurnal elektronik tersebut terindeks oleh lembaga indeks internasional melalui upaya sinergisitas antara Perguruan Tinggi dengan RJI. ” kami berharap para editor dapat  lebih meningkatkan kinerjanya dalam hal pengelolaan jurnal-jurnal elektronik melalui penyelenggaraan program pelatihan ini,” tutur akademi yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Sistem Informasi  STMIK Bina Insani. Herlawati menyampaikan juga bahwa website jurnal elektronik Perguruan Tinggi Bina Insani sudah terdaftar di SINTA (Science and Technology Index) dan dapat diakses melalui tautan url http://www.ejournal-binainsani.ac.id.

Bertindak sebagai pembicara dalam pelatihan ini adalah Dwi Fajar Saputra, sebagai Ketua Korda RJI DKI Jakarta. Materi pelatihan meliputi Open Journal System (OJS)  dalam peran sebagai Author, Editor, Reviewer dan Journal Manager. Hal tersebut sangat penting sekali dalam hal pengelolaan jurnal.

“Bina Insani sudah sangat bagus sekali karena sudah menggunakan Open Journal System (OJS) versi 3.0, karena di sebagian besar kampus-kampus lain masih menggunakan OJS versi 2.0,” ungkap Dwi Fajar Saputra saat berbincang dengan penulis, Sabtu (27/1/2018). “Open Journal System (OJS) versi 3.0 langkah pengelolaannya lebih sederhana dan mudah dipahami, tampilan lebih bagus sehingga memudahkan pengguna, baik sebagai journal manager, editor, author dan reviewer, ” ungkapnya.

Sesudah pelatihan dilaksanakan juga penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Relawan Jurnal Indonesia (RJI) dengan institusi afiliasi jurnal-jurnal elektronik di lingkungan Perguruan Tinggi Bina Insani yaitu: Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Insani, Akademi Sekretari dan Manajemen Bina Insani (ASM) dan Akademi  Akuntansi Bina Insani (AAK).Herlawati mengaku bahwa dengan adanya MoU ini diharapkan proses pendampingan menuju jurnal terakreditasi terbaik segera tercapai.

Pada tempat terpisah, Indra Muis selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi Bina Insani menyampaikan harapannya kepada para editor dan journal manager agar melaksanakan dan menerapkan langkah-langkah teknis yang telah dikuasai pasca pelatihan. ” Semoga jurnal-jurnal elektronik di lingkungan Perguruan Tinggi Bina Insani dapat meraih akreditasi Terbaik.” Indra Muis. 

SUMBER:

http://www.binainsani.ac.id/news.php?read=566