Manajemen Resiko

Resiko

  • Berhubungan dengan kejadian di masa yang akan datang.
  • Melibatkan perubahan seperti perubahan pikiran, pendapat, aksi atau tempat.
  • Melibatkan pilihan yang tak pasti.

Hal-hal Yang Berhubungan Dengan Resiko

  • Resiko apa yang dapat menyebabkan proyek serba salah?
  • Bagaimana perubahan pada persyaratan pelanggan? Yang berhubungan dengan teknologi pengembangan, computer target dll.
  • Masalah pilihan metode, dan piranti yang dipakai , penekanan pada kualitas yang memadai.
  • RResiko sebaiknya kita usahakan untuk diminimalisir.

Strategi Resiko Reaktif dan Proaktif

  • Mayoritas tim software bersandar pada strategi reaktif.
  • Strategi yang benar untuk manajemen Resiko adalah : Strategi PROAKTIF.
  • Strategi Proaktif dimulai sebelum kerja teknis dimulai.
  • Untuk menghindari Resiko à membuat rencana

Resiko Software

  • Ketidak pastian (mungkin/tidak mungkin terjadi Resiko)
  • Rugi/kerugian (kerugian yang dialami bila terjadi Resiko)

Kategori Resiko

  • Resiko Proyek
  • Resiko Bisnis
  • Resiko Teknis

Resiko Proyek

  • Mengancam rencana proyek
  • Ada kemungkinan jadwal proyek menjadi tidak tepat waktu dan biaya proyek menjadi bertambah.
  • Mengidentifikasikan mengenai hal-hal pembiayaan, jadwal. Personil (staffing dan organisasi), sumber-sumber daya, pelanggan dan masalah persyaratan dan pengaruh terhadap proyek.
  • Kompleksitas dan ukuran proyek menjadi faktor Resiko proyek

Resiko Bisnis

  • Mengancam software yang akan dibangun.
  • Membahayakan proyek atau produk.
  • Ada 5 Resiko bisnis yang utama
    • Resiko pasar
    • Resiko strategi
    • Resiko pemasaran
    • Resiko manajemen
    • Resiko biaya

Resiko Teknis

  • Mengancam kualitas dan ketepatan waktu software yang dihasilkan.
  • Mengidentifikasikan desain, implementasi, interfacing, verifikasi dan masalah pemeliharaan.
  • Faktor Resiko teknis adalah ambiguitas, spesifikasi, ketidak pastian teknik, keusangan teknik, dan teknologi.

Identifikasi Resiko

  • Idenfitikasi Resiko adalah usaha sistematis untuk menentukan ancaman terhadap rencana proyek (perkiraan jadwal, pemuatan sumber daya dll).
  • Tom Gilb menyatakan bahwa : “Bila anda tikad aktif menyerang Resiko, maka mereka akan aktif menyerang anda.”
  • Metode untuk mengidentifikasi Resiko adalah dengan membuat checklist item Resiko.

Item-item Resiko berdasarkan:

  1. Ukuran produk

    Resiko sehubungan dengan seluruh ukuran software yang akan dibangun/dimodifikasi

2. Pengaruh bisnis

    Resiko sehubungan dengan batasan yang dibebankan oleh manajemen atau pasar

3. Karakteristik pelanggan

    Resiko sehubungan dengan kepintaran pelanggan dan kemampuan pengembang untuk berkomunikasi dengan pelanggan dengan cara yang tepat.

4. Definisi proses

Resiko sehubungan dengan tingkat dimana proses software telah didefinisikan dan diikuti oleh organisasi pengembangan.

5. Lingkungan pengembangan

    Resiko sehubungan dengan keberadaan dan kualitas piranti yang akan digunakan untuk membangun produk sistem informasi.

6. Teknologi yang dibangun

    Resiko sehubungan dengan kompleksitas sistem yang akan dibangun dan “kebaruan” teknologi yang dikemas oleh sistem.

7. Ukuran dan pengalaman staf.

    Resiko sehubungan dengan keseluruhan teknik dan pengalaman proyek dari orang–orang yang akan melakukan tugas tersebut.

Komponen Resiko

  • Resiko kinerja
  • Resiko biaya
  • Resiko dukungan
  • Resiko jadwal

Strategi

Strategi yang efektif untuk menangani Resiko adalah :

  • menghindari Resiko
  • monitoring Resiko
  • manajemen Resiko dan perencanaan kemungkinan.

Resiko Keselamatan dan Bahaya

  • Resiko tidak dibatasi pada proyek itu sendiri. Resiko dapat terjadi setelah perangkat lunak dikembangkan dengan sukses dan dikirim ke pelanggan.
  • Resiko secara khusus berhubungan dengan konsekuensi kegagalan perangkat lunak di lapangan.
  • Keselamatan perangkat lunak dan analisis bahaya adalah aktifitas jaminan kualitas perangkat lunak yang berfokus pada identifikasi dan perkiraan bahaya potensial yang dapat mempengaruhi perangkat lunak secara negatif, dan menyebabkan keseluruhan sistem menjadi gagal.

RMMM Plan

Langkah manajemen dapat diatur ke dalam Risk Mitigating Monitoring, and Management Plan (RMMM Plan). RMMM plan mendokumentasi semua kegiatan yang dilakukan sebagai bagian dari analisis Resiko dan digunakan oleh manajer proyek sebagai bagian dari keseluruhan Rencana Proyek.

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan download file berikut ini:

Untuk materi selanjutnya tentang Penjadwalan Proyek SI dan Network Diagram, silahkan klik Disini.

Untuk materi sebelumnya tentang Manajemen Biaya, silahkan klik Disini

Iklan

Manajemen Biaya

Sebuah Proyek memerlukan anggaran untuk menentukan berapa harga uang yang dibutuhkan, yang akan dialokasikan sampai selesainya proyek tersebut sesuai dengan rencana.

Rencana Kebutuhan Proyek

Project Manager harus mampu mengidentifikasi kebutuhan sumber daya dan kapan dibutuhkan.

Sumber daya terdiri dari:

  • Tenaga kerja
  • Materials
  • Peralatan

Input untuk Perencanaan Sumber Daya

  • Work breakdown structure, digunakan sebagai dasar input perencanaan.
  • Historical information, mengambil dari proyek yang pernah dikerjakan.
  • Scope statement, menentukan cakupan pekerjaan
  • Resource pool description, masing‐masing tahap memiliki kebutuhan yang spesifik.
  • Organizational policies, agar perencanaan sumber daya tidak bertentangan dengan aturan perusahaan
  • Activity duration estimates.

Komponen Biaya Proyek

Metodologi adalah suatu cara yang disarankan untuk melakukan suatu hal

  • Tenaga Kerja
    • Karyawan
    • Konsultan
    • Outsourcing
  • Asumsi Perancangan :
    • User Jumlah yang terpengaruh hasil proyek
    • Function Point
    • Standart
    • Tools/Software/Hardware yang digunakan
  1. Politik

Penyebab Estimasi Yang Buruk

  • Orang yang kurang pengalaman
  • Perkiraan teknis yang buruk
  • Perubahan-perubahan pada proyek
  • Faktor-faktor psikologi
  • Penawaran yang rendah
  • Politik

Pendekatan Tradisional untuk Estimasi Biaya

  • Bottom-up
    • Fokusnya mendata semua biaya-biaya yang berhubungan dengan proyek.
    • Total project cost merupakan Penjumlahan dari biaya semua elemen.
    • Caranya menentukan biaya berdasarkan WBS (Work Breakdown Structure).
    • Sebelum menentukan biaya terlebih dahulu menentukan WBS (Work Breakdown Structure).
  • Top-down (Parametric Cost Estimating)
    • Fokusnya adalah memformulasi estimasi biaya berdasarkan relasi parameter-parameter yang digunakan.

Bottom-up cost estimates

Proses membuat detail estimasi untuk masing-masing komponen kerja (WBS) berupa “labor & Material” yang akan dimasukkan pada perhitungan akuntansi sesuai dengan beban biaya.

Contoh Bottom-up

Parametric cost estimating (top-down)

  • Menentukan biaya-biaya project berdasarkan parameter-parameter yang ada.
  • Dalam matematika persamaan sebuah garis lurus adalah Y = mX + b
  • Dimana m dan b adalah parameter
  • Y dan X adalah variabel.
  • Parameter menjelaskan struktur relasi dari setiap variabel.
  • Dengan parametric cost estimating dapat ditentukan parameter-parameter yang memberikan pandangan yang jelas tentang suatu biaya dalam sebuah proyek

    Contoh Parametric Cost Estimates

  • Professional(5 person @$20/hr)            $10,000
  • Technical support(2 /hour @$15,00)         $30,000
  • Total Direct Wages                  $40,000
  • Fringe benefits + overhead             $42,000
  • Total = Fringe benefits + overhead + total direct wages $ 82,400

    Siklus Hidup Estimasi Biaya :

  • Instalasi
  • Training
  • Reparasi
  • Preventive maintenance
  • Backup system/disaster and recovery
  • Salaries and materials

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan download file berikut ini:

Untuk materi sebelumnya tentang Gantt Chart silahkan klik Disini.

Untuk materi selanjutnya tentang Manajemen Resiko, silahkan klik Disini

GANTT Chart

GANTT Chart

Tujuan

  • Memahami pembuatan GANTT Chart.
  • Memahami langkah-langkah pembuatan GANTT Chart.
  • Memahami alat bantu GANTT Chart .

GANTT Chart

  • Merupakan bagan/diagram batang
  • Digunakan untuk mengislustrasikan tugas-tugas proyek terhadap kalender.
  • Dikemukakan pertama kali oleh Henry L. GANTT pada tahun 1917. Seorang Ir di departemen pertahanan Amerika Serikat di Aberdeen Maryland
  • Merupakan peralatan penjadwalan proyek dan evaluasi perkembangan yang paling umum digunakan.

GANTT Chart

  • Bagan GANTT berguna untuk melihat saat mulai dan saat berakhirnya tugas-tugas dan subtugas proyek secara mudah
  • Bagan GANTT lebih efektif untuk mengkomunikasikan jadwal
  • Bagan GANTT berasal dari struktur WBS anda
  • Outline WBS anda dapat digambarkan dengan GANTT Chart
  • GANTT Chart menggambarkan masing-masing tugas secara kronologis
  • Bagan GANTT dengan Balok-balok
  • Bagan GANTT dengan segi tiga –segi tiga
  • Software yang membantu pembuatan GANTT Chart salah satunya adalah Microsoft Project.

Keterangan GANTT Chart

  • Tiap batang mewakili tugas proyek yang diberi nama. Tugas-tugas didaftar secara vertikal pada kolom kiri. Garis horizontal adalah garis waktu kalender.
  • Bagan GANTT menunjukkan dengan jelas tugas-tugas yang overlap, yaitu tugas-tugas yang dapat dikerjakan dalam waktu yang sama.
  • Bagan-bagan tersebut dapat diberi warna untuk mengindikasikan dengan jelas persentase penyelesaian dan perkembangan proyek.

GANTT Chart dengan Microsoft Project

Keterangan Gambar :

  • Batang warna hitam
    • tugas-tugas ringkasan yang menggambarkan fase-fase proyek yang kemudian dipecah-pecah ke dalam tugas-tugas lain.
  • Batang warna merah
    • tugas-tugas yang telah ditentukan sebagai “kritis” pada jadwal, artinya perluasan apapun pada durasi tugas-tugas tersebut akan menunda tugas-tugas lain dan proyek secara keseluruhan.
  • Batang warna biru
    • tugas-tugas yang tidak kritis pada jadwal, artinya mereka memiliki banyak wkatu selama penundaan tidak mempengaruhi tugas-tugas lain dan proyek secara keseluruhan.
  • Panah merah
    • prasyarat antar dua tugas kritis. (biru dua tugas non kritis).
  • Berlian
    • milestone (titik tolak) – kejadian yang tidak memiliki durasi. Ia menunjukkan akhir tugas signifikan atau produk jadi.

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan download file berikut ini:

Untuk materi sebelumnya tentang Gantt Chart silahkan klik Disini.

Untuk materi selanjutnya tentang Manajemen Biaya, silahkan klik Disini

Penjadwalan Proyek SI dan Network Diagram

Tujuan

  • Sebagai pengenal atau identitas peristiwa yang bersangkutan untuk membedakan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya
  • Sebagai pengenal kegiatan atau dummy atau penghubung peristiwa
  • Dipakai sebagai urut urutan proses perhitungan saat paling awal (SPA) dan perhitungan saat paling lambat
  • Untuk mengetahui saat awal dan saat akhir semua kegiatan yang ada dalam sebuah proyek dan untuk mengetahui saat awal dan saat akhir

Syarat nomor peristiwa dalam sebuah network diagram

  • Nomor peristiwa harus berupa angka atau huruf
  • Nomor peristiwa awal sebuah kegiatan atau sebuah dummy harus lebih keil daripada nomor peristiwa akhir
  • Nomor peristiwa awal sebuah network diagram diberi nomor 1

Prosedur pemberian nomor peristiwa

  • Nomor awal network diagram diberi nomor 1
  • Bila sebuah peristiwa dianggap sebagai peristiwa akhir dari sebuah atau beberapa kegiatan dan dummy

Penggambaran network diagram

  • Inventarisasikan seluruh kegiatan
  • Buat daftar semua kegiatan
  • Gambarkan satu posisi awal dengan nomor 1
  • Gambarkan kegiatan kegiatan awal
  • Untuk setiap kegiatan yang telah digambarkan, gambarkan semua seccessornya.
  • Semua kegiatan akhir yaitu kegiatan yang bukan predecessor menuju pada satu posisi akhir
  1. Latihan soal :Tentukan SPA & SPL

  2. Latihan soal :Tentukan SPA & SPL

    PERISTIWA, KEGIATAN, LINTASAN KRITIS

    Peristiwa Kritis

    Peristiwa kritis adalah peristiwa yang tidak mempunyai tenggang waktu atau saat paling awal (SPA) sama dengan sat paling akhir (SPL ) nya atau SPL – SPA =0

    Kegiatan Kritis

    Kegiatan kritis adalah kegiatan yang sangat sensitif terhadap keterlambatan, sehingga bila sebuah kegiatan kritis terlambat satu hari saja maka umur proyek akan mengalami keterlambatan selama satu hari

    Suatu kegiatan dikatakan sebagai kegiatan

    kritis bila :

  • Kegiatan tersebut terletak diantara dua peristiwa kritis
  • Namun antara dua peristiwa kritis belum tentu terdapat kegiatan kritis

    Antara dua peristiwa kritis terdapat kegiatan

    kritis bila

    SPAi + L = SPAj atau SPAi + L = SPLj

    Lintasan Kritis

  • Lintasan kritis adalah lintasan yang terdiri dari kegiatan kritis, peristiwa kritis dan dummy (jika ada)
  • Lintasan kritis ini dimulai dari peristiwa awal network diagram sampai dengan akhir network diagram berbentuk lintasan.
  • Tujuan mengetahui lintasan kritis adalah untuk mengetahui pengaruh keterlambatan pelaksanaan proyek sehingga setiap saat dapat ditentukan tingkat prioritas kebijaksanaan proyek .

    Berdasarkan prosedur dan rumus untuk

    menghitung umur proyek dan lintasan kritis,

    maka dapat disimpulkan bahwa :

  • Umur lintasan kritis sama dengan umur proyek

    Lintasan kritis adalah lintasan yang paling lama umur pelaksanaannya dari semua lintasan yang ada.

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan download file berikut ini:

Untuk materi selanjutnya tentang Gantt Chart, silahkan klik Disini.

Untuk materi sebelumnya tentang PERT, CPM, silahkan klik Disini

PERT (Project Evaluation Review Technique) dan CPM (Critical Path Method)

PERT

  • PERT (Project Evaluation Review Technique) adalah model jaringan yang membolehkan penyelesaian secara acak dalam aktifitas waktu.
  • PERT – model jaringan grafis yang digunakan untuk menunjukkan ketergantungan antar tugas dalam sebuah proyek.
  • Penyelesaian PERT dibangun pada tahun 1950 untuk angkatan darat US Navy yang memilih kontraktor yang banyak berjumlah ribuan. Proyek tersebut dinamakan dengan Polaris Submarine Misile Program.

Fungsi PERT :

  • menunjukkan proses urutan pada tugas-tugas apa yang harus diselesaikan.
  • merupakan representasi grafis dari jadwal /penjadwalan kejadian-kejadian proyek.
  • lebih berkonsentrasi pada relasi antar tugas dan sedikit konsentrasi dengan garis waktu.
  • menunjukkan tugas mana yang dapat dijalankan secara simultan.
  • menunjukkan jalur kritis sebuah tugas yang harus diselesaikan agar proyek tersebut dapat menyelesaikan deadline proyeknya.
  • Dapat menunjukkan tanggal paling awal atau tanggal paling akhir untuk setiap tugas dan tanggal paling cepat dan tanggal paling akhir dari tanggal penyelesaian proyek.
  • menunjukkan slack time (antar tugas).

Bagaimana menggunakannya ?

  • Identifikasi semua tugas-tugas dan komponen-komponen.
  • Identifikasi tugas pertama yang harus diselesaikan
  • Identifikasi tugas lainnya yang dapat dijalankan secara simulatan dengan tugas 1.
  • Identifikasikan tugas berikutnya yang harus diselesaikan
  • Identifikasi tugas-tugas lainnya yang dapat dijalankan secara simultan dengan tugas 2.
  • Lanjutkan proses ini sampai semua komponen tugas-tugas berurutan.
  • Tentukan durasi tugas.
  • Bangun /buatlah diagram PERTnya.
  • Tentukan jalur kritis proyek (Critical Path).

Adanya dua konsep yang harus diperhatikan

sehubungan dengan PERT :

1.    EVENT

    suatu kejadian aktifitas dari suatu keadaan yang terjadi pada saat tertentu.

ACTIVITY

    suatu aktifitas dari pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu kejadian.

Simbol
Network Diagram

ANAK PANAH

    Melambangkan kegiatan

LINGKARAN

    Melambangkan suatu peristiwa dan dibagi menjadi 3 ruang yaitu :

  •     Ruang sebelah kiri
    ®nomor peristiwa
  •     Ruang sebelah kanan atas ® SPA (Saat Paling Awal)
  •     Ruang sebelah kanan bawah
    ® SPL (Saat Paling Lambat)

ANAK PANAH TERPUTUS

  • Hubungan antar kegiatan (dummy) tidak membutuhkan waktu sumber daya dan ruangan. Dummy hanya menunjukkan logika ketergantungan kegiatan yang patut diperhatikan.

HUBUNGAN ANTAR KEGIATAN

1. Hubungan seri

Antara dua kegiatan terdapat hubungan seri bila sebuah kegiatan tidak dapat mulai dikerjakan kalau kegiatan lainnya belum selesai dikerjakan

2. Hubungan paralel

Jika sebuah kegiatan bisa dimulai/diselesaikan tanpa perlu menunggu kegiatan lain selesai.

Bentuk alternatif hubungan pararel dalam network diagram :

  • Memiliki satu peristiwa akhir bersama
  • Memiliki satu peristiwa awal bersama
  • Memiliki satu peristiwa akhir dan satu peristiwa awal bersama
  • Memiliki peristiwa awal yang berlainan dan peristiwa akhir yang berlainan

HUBUNGAN ANTAR PERISTIWA DAN KEGIATAN

1.     Setiap kegiatan dimulai dari satu posisi dan berakhir     pada satu posisi lain

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan download file berikut ini:

Untuk materi selanjutnya tentang Penjadwalan Proyek SI dan Network Diagram, silahkan klik Disini.

Untuk materi sebelumnya tentang Manajemen Sumber Daya Proyek, silahkan klik Disini

Manajemen Proyek Sistem Informasi – Formatif UTS via Google Form

Materi hari ini review materi dari pertemuan 1 sampai dengan pertemuan 6. Supaya lebih menarik proses pembelajaran saya selingi dengan membuat google form. semoga ada manfaatnya juga buat mahasiswa suatu saat nanti.

Untuk memulai google form, kita mulai dengan membuka drive google kita.


 

Klik New à More à Google Form à terus pilih mau Blank Form atau From a Template

Saya pilih Blank Form, selanjutnya silahkan ketikan sesuai kebutuhan kita apakah akan membuat soal-soal, atau membuat kuesioner. Tampilannya sebagai berikut:


Di sebelah kanan ada tombol-tombol sebagai berikut:


Di sebelah kanan atas terdapat tombol berikut ini: Customize Theme, Preview, Settings

Silahkan klik dan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Akhirnya hasil yang saya buat seperti ini:

Terimakasih atas perhatiannya.

Matematika Diskrit-Pertemuan 6-Kombinatorial-Kombinasi

Pada pertemuan ini akan dibahas tentang materi Kombinatorial kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yaitu:

Kombinasi

  • Bentuk khusus dari permutasi adalah kombinasi. Jika pada permutasi urutan kemunculan diperhitungkan, maka pada kombinasi, urutan kemunculan diabaikan.
  • Misalkan ada 2 buah bola yang warnanya sama 3 buah kotak. Setiap kotak hanya boleh berisi paling banyak 1 bola.
  • Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan lihat slide berikut ini:

Terimakasih atas perhatiannya.

Matematika Diskrit-Pertemuan 1- Himpunan, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 2- Himpunan Lanjutan, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 3- Relasi, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 4- Kombinatorial – Permutasi, silahkan Klik Disini

Matematika Diskrit-Pertemuan 5- Kombinatorial – Kombinasi, silahkan Klik Disini