Modelling – SI-17A

Manfaat Model

  • Model merupakan simulasi dan penyederhanaan realitas
  • Dengan model kita dapat lebih mengerti sistem yang sedang dibuat
  • Kompleksitas sistem dapat disederhanakan dengan model modular
  • Model lebih mudah dikembangkan atau dikustomisasi

Prinsip Dasar Pemodelan

  • Pemodelan dibuat untuk mengetahui secara mendalam bagaimana masalah dapat timbul dan bagaimana membuat solusinya
  • Setiap model dapat dibuat dalam tingkatan ketelitian yang berbeda
  • Model yang paling baik adalah yang mendekati realitas
  • Satu model tidaklah cukup. Sistem berskala besar harus menggunakan pendekatan himpunan model yang berdiri sendiri

Contoh Pemodelan

  • Model logical system / Essential Systems Models
  • Model untuk proses à DFD level rinci
  • Model untuk data à ERD
  • Model untuk interface à Context Diagram
  • Model untuk objek à UML

Untuk lebih jelasnya silahkan download materi berikut ini:

Information System Development – SI-17A

Sistem Informasi

Sistem

  • Perpaduan antara elemen-elemen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk melakukan tugas tertentu dan untuk mencapai tujuan tertentu

Data

  • Nilai yang merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event)

Informasi

  • Merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Sistem Informasi

  • Suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.

 

Manfaat Sistem Informasi

Data disimpan, diproses dan dikelola dengan baik

  • Integritas dan validitas data terjamin
  • Kemudahan pengaksesan data
  • Keamanan data lebih terjaga

Informasi didapat dengan cepat, tepat, akurat dan relevan

  • Akselerasi proses bisnis

Membantu manajemen dalam mengambil keputusan

Klasifikasi Sistem Informasi

Klasifikasi berdasarkan struktur organisasi

  • Departmental IS
  • Enterprise Wide IS
  • Inter-organizational IS

Klasifikasi berdasarkan fungsi

  • Operations IS
  • Accounting IS
  • Finance IS
  • Marketing IS
  • Human resources IS

Untuk lebih jelasnya silahkan download materi berikut ini:

Berikut ini materi buku panduan skripsi dan tugas akhir di STMIK Bina Insani:

Penyajian Data dengan Tabel dan Grafik (TI-17A, TI-17B, SI-18A, MI-18A)

A. PENDAHULUAN

Penyajian data merupakan cara yang digunakan untuk meringkas menata, mengatur atau mengorganisir data sehingga data mudah untuk dimengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan data tersebut.

Secara umum ada dua cara untuk menyajikan data yaitu dengan tabel dan grafik. Kedua cara ini saling berkaitan, karena pada dasarnya sebelum dibuat grafik terlebih dahulu harus dibuat tabelnya. Dari dua cara ini penyajian data dengan grafik merupakan penyajian data yang lebih komunikatif karena dalam waktu yang singkat seseorang akan dapat dengan mudah memperoleh gambaran dan kesimpulan suatu keadaan.

B. Penyajian Data Dengan Tabel

  • Tabel merupakan kumpulan angka-angka yang tersusun berdasarkan kategori-kategori atau karakteristik-karakteristik tertentu sehingga memudahkan untuk dianalisis. Data yang disajikan dalam tabel bisa berupa data cross section atau data time series. Secara umum penyusunan tabel memerlukan identitas judul tabel, judul baris, judul kolom, badan tabel catatan dan sumber data. Penyajian data dengan tabel bisa berbentuk tabel satu arah, dua arah dan tiga arah.
  • Tabel Satu Arah

    Tabel satu arah adalah tabel yang hanya terdiri dari satu karakteristik atau kategori. Misalnya :

1. Jumlah penjualan menurut jenis barang.

2. Jumlah penganguran menurut daerah.

3. Jumlah modal asing menurut sektor ekonomi.

  • Tabel Dua Arah

Yaitu tabel yang terdiri dari dua karakteristik atau dua kategori misalnya :

1. Jumlah penjualan menurut jenis barang dan daerah penjualan.

2. Jumlah penanaman modal asing menurut sektor ekonomi dan lokasi investasi.

3. Jumlah Impor menurut Jenis barang dan negara.

C. Penyajian Data Dengan Grafik

Selain menyajikan data dengan menggunakan tabel, kita dapat juga menyajikan data dengan menggunakan gambar-gambar atau grafik. Banyak sekali jenis tampilan data dalam bentuk grafik tetapi pada bagian ini hanya ditampilkan grafik-grafik yang umum di jumpai seperti : Grafik garis (Line Chart), Grafik balok/batang (Bar Chart), Grafik Lingkaran (Pie Chart), dan Pictogram.

  • Grafik garis

Grafik garis secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu single line chart yang terdiri dari satu garis saja dan multiple line chart yang terdiri dari beberapa garis. Garfik garis baik yang tunggal maupun yang terdiri dari beberapa garis sangat berguna untuk menggambarkan perkembangan suatu kegiatan. Umumnya grafik ini digunakan untuk data yang berbentuk time series yang sekaligus bisa dilihat trend-nya.

Untuk lebih jelas silahkan download file berikut ini:


Untuk  tambahan materi silahkan download Lembar Kerja Mahasiswa (LKM):

Pengertian Statistika dan Simbol Sigma (TI-17A, TI-17B, SI-18A, MI-18A)

Pengertian Statistika dan Simbol Sigma

 

    Statistika adalah Suatu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data serta cara pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil penelitian yang tidak menyeluruh.

    Dalam arti sempit Statistik adalah data ringkasan berbentuk angka (kuantitatif).

Sebagai suatu bidang studi, statistik memiliki dua bagian utama, yaitu:

  1. Statistika Deskriptif adalah ilmu statistika yang mempelajari tentang pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data.
  2. Statistika Inferensi (Statistika Induktif) adalah ilmu statistika yang mempelajari tentang cara pengambilan kesimpulan secara menyeluruh (populasi) berdasarkan data sebagian (sampel) dari populasi tersebut.

    Kegunaan Statistika dalam bidang ekonomi yaitu

  • Bidang produksi
  • Bidang Akuntansi
  • Bidang pemasaran

 

Simbol Sigma dan aturan penjumlahan juga dijelaskan dalam slidenya.

 

Untuk lebih jelas silahkan download file berikut ini:

 


 

Untuk tugas makalah berikut link-nya:

 

http://bit.ly/Statistika-Pertemuan1

 

Manajemen Resiko

Resiko

  • Berhubungan dengan kejadian di masa yang akan datang.
  • Melibatkan perubahan seperti perubahan pikiran, pendapat, aksi atau tempat.
  • Melibatkan pilihan yang tak pasti.

Hal-hal Yang Berhubungan Dengan Resiko

  • Resiko apa yang dapat menyebabkan proyek serba salah?
  • Bagaimana perubahan pada persyaratan pelanggan? Yang berhubungan dengan teknologi pengembangan, computer target dll.
  • Masalah pilihan metode, dan piranti yang dipakai , penekanan pada kualitas yang memadai.
  • RResiko sebaiknya kita usahakan untuk diminimalisir.

Strategi Resiko Reaktif dan Proaktif

  • Mayoritas tim software bersandar pada strategi reaktif.
  • Strategi yang benar untuk manajemen Resiko adalah : Strategi PROAKTIF.
  • Strategi Proaktif dimulai sebelum kerja teknis dimulai.
  • Untuk menghindari Resiko à membuat rencana

Resiko Software

  • Ketidak pastian (mungkin/tidak mungkin terjadi Resiko)
  • Rugi/kerugian (kerugian yang dialami bila terjadi Resiko)

Kategori Resiko

  • Resiko Proyek
  • Resiko Bisnis
  • Resiko Teknis

Resiko Proyek

  • Mengancam rencana proyek
  • Ada kemungkinan jadwal proyek menjadi tidak tepat waktu dan biaya proyek menjadi bertambah.
  • Mengidentifikasikan mengenai hal-hal pembiayaan, jadwal. Personil (staffing dan organisasi), sumber-sumber daya, pelanggan dan masalah persyaratan dan pengaruh terhadap proyek.
  • Kompleksitas dan ukuran proyek menjadi faktor Resiko proyek

Resiko Bisnis

  • Mengancam software yang akan dibangun.
  • Membahayakan proyek atau produk.
  • Ada 5 Resiko bisnis yang utama
    • Resiko pasar
    • Resiko strategi
    • Resiko pemasaran
    • Resiko manajemen
    • Resiko biaya

Resiko Teknis

  • Mengancam kualitas dan ketepatan waktu software yang dihasilkan.
  • Mengidentifikasikan desain, implementasi, interfacing, verifikasi dan masalah pemeliharaan.
  • Faktor Resiko teknis adalah ambiguitas, spesifikasi, ketidak pastian teknik, keusangan teknik, dan teknologi.

Identifikasi Resiko

  • Idenfitikasi Resiko adalah usaha sistematis untuk menentukan ancaman terhadap rencana proyek (perkiraan jadwal, pemuatan sumber daya dll).
  • Tom Gilb menyatakan bahwa : “Bila anda tikad aktif menyerang Resiko, maka mereka akan aktif menyerang anda.”
  • Metode untuk mengidentifikasi Resiko adalah dengan membuat checklist item Resiko.

Item-item Resiko berdasarkan:

  1. Ukuran produk

    Resiko sehubungan dengan seluruh ukuran software yang akan dibangun/dimodifikasi

2. Pengaruh bisnis

    Resiko sehubungan dengan batasan yang dibebankan oleh manajemen atau pasar

3. Karakteristik pelanggan

    Resiko sehubungan dengan kepintaran pelanggan dan kemampuan pengembang untuk berkomunikasi dengan pelanggan dengan cara yang tepat.

4. Definisi proses

Resiko sehubungan dengan tingkat dimana proses software telah didefinisikan dan diikuti oleh organisasi pengembangan.

5. Lingkungan pengembangan

    Resiko sehubungan dengan keberadaan dan kualitas piranti yang akan digunakan untuk membangun produk sistem informasi.

6. Teknologi yang dibangun

    Resiko sehubungan dengan kompleksitas sistem yang akan dibangun dan “kebaruan” teknologi yang dikemas oleh sistem.

7. Ukuran dan pengalaman staf.

    Resiko sehubungan dengan keseluruhan teknik dan pengalaman proyek dari orang–orang yang akan melakukan tugas tersebut.

Komponen Resiko

  • Resiko kinerja
  • Resiko biaya
  • Resiko dukungan
  • Resiko jadwal

Strategi

Strategi yang efektif untuk menangani Resiko adalah :

  • menghindari Resiko
  • monitoring Resiko
  • manajemen Resiko dan perencanaan kemungkinan.

Resiko Keselamatan dan Bahaya

  • Resiko tidak dibatasi pada proyek itu sendiri. Resiko dapat terjadi setelah perangkat lunak dikembangkan dengan sukses dan dikirim ke pelanggan.
  • Resiko secara khusus berhubungan dengan konsekuensi kegagalan perangkat lunak di lapangan.
  • Keselamatan perangkat lunak dan analisis bahaya adalah aktifitas jaminan kualitas perangkat lunak yang berfokus pada identifikasi dan perkiraan bahaya potensial yang dapat mempengaruhi perangkat lunak secara negatif, dan menyebabkan keseluruhan sistem menjadi gagal.

RMMM Plan

Langkah manajemen dapat diatur ke dalam Risk Mitigating Monitoring, and Management Plan (RMMM Plan). RMMM plan mendokumentasi semua kegiatan yang dilakukan sebagai bagian dari analisis Resiko dan digunakan oleh manajer proyek sebagai bagian dari keseluruhan Rencana Proyek.

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan download file berikut ini:

Untuk materi selanjutnya tentang Penjadwalan Proyek SI dan Network Diagram, silahkan klik Disini.

Untuk materi sebelumnya tentang Manajemen Biaya, silahkan klik Disini

Manajemen Biaya

Sebuah Proyek memerlukan anggaran untuk menentukan berapa harga uang yang dibutuhkan, yang akan dialokasikan sampai selesainya proyek tersebut sesuai dengan rencana.

Rencana Kebutuhan Proyek

Project Manager harus mampu mengidentifikasi kebutuhan sumber daya dan kapan dibutuhkan.

Sumber daya terdiri dari:

  • Tenaga kerja
  • Materials
  • Peralatan

Input untuk Perencanaan Sumber Daya

  • Work breakdown structure, digunakan sebagai dasar input perencanaan.
  • Historical information, mengambil dari proyek yang pernah dikerjakan.
  • Scope statement, menentukan cakupan pekerjaan
  • Resource pool description, masing‐masing tahap memiliki kebutuhan yang spesifik.
  • Organizational policies, agar perencanaan sumber daya tidak bertentangan dengan aturan perusahaan
  • Activity duration estimates.

Komponen Biaya Proyek

Metodologi adalah suatu cara yang disarankan untuk melakukan suatu hal

  • Tenaga Kerja
    • Karyawan
    • Konsultan
    • Outsourcing
  • Asumsi Perancangan :
    • User Jumlah yang terpengaruh hasil proyek
    • Function Point
    • Standart
    • Tools/Software/Hardware yang digunakan
  1. Politik

Penyebab Estimasi Yang Buruk

  • Orang yang kurang pengalaman
  • Perkiraan teknis yang buruk
  • Perubahan-perubahan pada proyek
  • Faktor-faktor psikologi
  • Penawaran yang rendah
  • Politik

Pendekatan Tradisional untuk Estimasi Biaya

  • Bottom-up
    • Fokusnya mendata semua biaya-biaya yang berhubungan dengan proyek.
    • Total project cost merupakan Penjumlahan dari biaya semua elemen.
    • Caranya menentukan biaya berdasarkan WBS (Work Breakdown Structure).
    • Sebelum menentukan biaya terlebih dahulu menentukan WBS (Work Breakdown Structure).
  • Top-down (Parametric Cost Estimating)
    • Fokusnya adalah memformulasi estimasi biaya berdasarkan relasi parameter-parameter yang digunakan.

Bottom-up cost estimates

Proses membuat detail estimasi untuk masing-masing komponen kerja (WBS) berupa “labor & Material” yang akan dimasukkan pada perhitungan akuntansi sesuai dengan beban biaya.

Contoh Bottom-up

Parametric cost estimating (top-down)

  • Menentukan biaya-biaya project berdasarkan parameter-parameter yang ada.
  • Dalam matematika persamaan sebuah garis lurus adalah Y = mX + b
  • Dimana m dan b adalah parameter
  • Y dan X adalah variabel.
  • Parameter menjelaskan struktur relasi dari setiap variabel.
  • Dengan parametric cost estimating dapat ditentukan parameter-parameter yang memberikan pandangan yang jelas tentang suatu biaya dalam sebuah proyek

    Contoh Parametric Cost Estimates

  • Professional(5 person @$20/hr)            $10,000
  • Technical support(2 /hour @$15,00)         $30,000
  • Total Direct Wages                  $40,000
  • Fringe benefits + overhead             $42,000
  • Total = Fringe benefits + overhead + total direct wages $ 82,400

    Siklus Hidup Estimasi Biaya :

  • Instalasi
  • Training
  • Reparasi
  • Preventive maintenance
  • Backup system/disaster and recovery
  • Salaries and materials

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan download file berikut ini:

Untuk materi sebelumnya tentang Gantt Chart silahkan klik Disini.

Untuk materi selanjutnya tentang Manajemen Resiko, silahkan klik Disini

GANTT Chart

GANTT Chart

Tujuan

  • Memahami pembuatan GANTT Chart.
  • Memahami langkah-langkah pembuatan GANTT Chart.
  • Memahami alat bantu GANTT Chart .

GANTT Chart

  • Merupakan bagan/diagram batang
  • Digunakan untuk mengislustrasikan tugas-tugas proyek terhadap kalender.
  • Dikemukakan pertama kali oleh Henry L. GANTT pada tahun 1917. Seorang Ir di departemen pertahanan Amerika Serikat di Aberdeen Maryland
  • Merupakan peralatan penjadwalan proyek dan evaluasi perkembangan yang paling umum digunakan.

GANTT Chart

  • Bagan GANTT berguna untuk melihat saat mulai dan saat berakhirnya tugas-tugas dan subtugas proyek secara mudah
  • Bagan GANTT lebih efektif untuk mengkomunikasikan jadwal
  • Bagan GANTT berasal dari struktur WBS anda
  • Outline WBS anda dapat digambarkan dengan GANTT Chart
  • GANTT Chart menggambarkan masing-masing tugas secara kronologis
  • Bagan GANTT dengan Balok-balok
  • Bagan GANTT dengan segi tiga –segi tiga
  • Software yang membantu pembuatan GANTT Chart salah satunya adalah Microsoft Project.

Keterangan GANTT Chart

  • Tiap batang mewakili tugas proyek yang diberi nama. Tugas-tugas didaftar secara vertikal pada kolom kiri. Garis horizontal adalah garis waktu kalender.
  • Bagan GANTT menunjukkan dengan jelas tugas-tugas yang overlap, yaitu tugas-tugas yang dapat dikerjakan dalam waktu yang sama.
  • Bagan-bagan tersebut dapat diberi warna untuk mengindikasikan dengan jelas persentase penyelesaian dan perkembangan proyek.

GANTT Chart dengan Microsoft Project

Keterangan Gambar :

  • Batang warna hitam
    • tugas-tugas ringkasan yang menggambarkan fase-fase proyek yang kemudian dipecah-pecah ke dalam tugas-tugas lain.
  • Batang warna merah
    • tugas-tugas yang telah ditentukan sebagai “kritis” pada jadwal, artinya perluasan apapun pada durasi tugas-tugas tersebut akan menunda tugas-tugas lain dan proyek secara keseluruhan.
  • Batang warna biru
    • tugas-tugas yang tidak kritis pada jadwal, artinya mereka memiliki banyak wkatu selama penundaan tidak mempengaruhi tugas-tugas lain dan proyek secara keseluruhan.
  • Panah merah
    • prasyarat antar dua tugas kritis. (biru dua tugas non kritis).
  • Berlian
    • milestone (titik tolak) – kejadian yang tidak memiliki durasi. Ia menunjukkan akhir tugas signifikan atau produk jadi.

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan download file berikut ini:

Untuk materi sebelumnya tentang Gantt Chart silahkan klik Disini.

Untuk materi selanjutnya tentang Manajemen Biaya, silahkan klik Disini